Menyusuri Tren Kopi, dari yang Instan hingga Seduh Sendiri

NzYwL2h0dHBzOi8vc3RhdGljLnZpdmEuY28uaWQvdGh1bWJzMi8yMDE3LzExLzIyLzVhMTUwZGJmYjBiMTMtaWx1c3RyYXNpLWthZmUta2VkYWkta29waV82NjNfMzgyLmpwZw==

Menikmati kopi kini tak lagi sekadar pelepas dahaga atau pemompa semangat di pagi hari. Seiring berkembangnya kedai kopi bergaya modern, minum kopi pun jadi gaya hidup tersendiri bagi kalangan tertentu.

Namun, perjalanan kopi tak sesingkat yang dibayangkan. Trish Rothgeb, co-founder dan roastmaster dari Wrecking Ball Coffee Roaster mengungkapkan, perkembangan aktivitas pengolahan dan konsumsi kopi selama ini bisa dikelompokkan ke dalam tiga gelombang.

Gelombang pertama diawali pada tahun 1800-an. Pada era inilah lahir sebuah inovasi yang dinamakan kopi instan. Berbagai produsen berlomba menciptakan inovasi untuk memudahkan konsumen menikmati kopi. Hanya saja, produksi massal dan kepraktisan penyajian pada gelombang pertama dinilai telah mengorbankan kualitas rasa dari kopi itu sendiri.


Dipicu oleh kekecewaan atas kualitas kopi pada gelombang pertama, penikmat kopi lalu mulai menaruh perhatian lebih kepada asal-usul kopi yang mereka minum, serta proses pengolahannya.

Ritual minum kopi mendadak bergeser makna menjadi sebuah pengalaman yang dikaitkan dengan kehidupan sosial. Keberadaan kafe mulai menjamuri kota-kota besar, seiring dengan perkembangan franchise kedai kopi Starbucks.

Gelombang kedua ini pula yang bertanggung jawab dalam mengenalkan minuman kopi berbasis espresso kepada dunia.

Namun, saat kedai kopi modern mulai terjebak untuk terus mengembangkan pembuatan coffee latte dan macchiato dengan takaran susu dan krim berlebihan, seketika muncul generasi baru yang ingin menikmati kopi dengan teknik pembuatan terbaik.

Generasi yang terobsesi dengan kenikmatan asli secangkir kopi, ketimbang kenyamanan dan keramahtamahan sebuah kafe.

Seperti wine, kopi lalu mulai dikategorikan sebagai minuman artisan. Para barista dituntut untuk bisa memberikan pilihan kopi dengan beraneka intensitas tingkat keasaman, dari masing-masing karakter biji kopi yang berbeda.

Di masa gelombang ketiga atau third wave of coffee inilah muncul istilah seperti single origin, dan juga manual brewing (racik sendiri).

Sederhananya, manual brewing ini adalah pengembangan dari proses penyeduhan kopi di era first wave coffee. Seperti menyeduh kopi tubruk di Indonesia. Bedanya, dengan manual brewing, air dan ampas kopi langsung terpisah seketika.

 

Sumber CNN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s